SEKATOJAMBI.COM, MUARO JAMBI – Di tengah genangan yang belum surut, kehadiran personel Brimob Polda Jambi menjadi titik terang bagi warga terdampak banjir di Desa Pematang Gajah, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (2/5/2026). Ratusan rumah di kawasan Perumahan Namura Indah RT 10, 11, dan 12 terdampak, sementara warga masih berjibaku menyelamatkan sisa harta benda.
Sekitar pukul 16.00 WIB, jajaran Batalyon A Pelopor turun langsung ke lokasi. Kegiatan dipimpin oleh Komandan Kompi (Danki) 1 Yon A Pelopor, AKP Parlindungan Pohan, yang memimpin peninjauan kondisi lapangan sekaligus penyaluran bantuan sosial kepada warga terdampak.
Di tengah situasi yang serba terbatas, kehadiran aparat berseragam itu bukan sekadar simbol. Bantuan yang disalurkan menjadi penopang awal bagi warga yang kehilangan banyak hal akibat banjir yang datang cepat.
“Selain melakukan peninjauan, kami juga memberikan bantuan sosial sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,” ujar AKP Parlindungan Pohan di lokasi.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari mandat kemanusiaan Brimob, yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga hadir dalam situasi darurat untuk membantu masyarakat.
Menurutnya, kehadiran personel di tengah bencana diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus dukungan moril bagi warga yang tengah menghadapi tekanan akibat kehilangan dan ketidakpastian.
Respons warga pun menguatkan hal itu. Bantuan yang datang di saat genting tidak hanya dilihat dari nilainya, tetapi dari kehadiran negara yang dirasakan langsung.
Seorang warga mengaku tidak kuasa menahan haru saat menerima bantuan. “Air datang cepat, kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Tapi hari ini, kami merasa diperhatikan,” ucapnya lirih.
Banjir yang melanda wilayah Jaluko ini kembali menguji kesiapsiagaan berbagai pihak, sekaligus menyoroti pentingnya respons cepat dalam penanganan bencana di tingkat lokal. Dalam kondisi seperti ini, kehadiran aparat di lapangan menjadi elemen krusial, bukan hanya untuk distribusi bantuan, tetapi juga menjaga stabilitas psikologis warga.
Apa yang dilakukan Brimob Polda Jambi pada hari itu menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada penegakan hukum. Dalam situasi krisis, mereka dituntut hadir sebagai garda kemanusiaan.
Dengan mengusung semangat Satya Haprabu, Brimob terus menegaskan perannya: berdiri di garis depan, bukan hanya saat ancaman keamanan muncul, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan di tengah bencana.































